Pemetaan Penerapan Sistem Merit Manajemen ASN dan Pengawasan Penerapan Kode Etik, Kode Perilaku, dan Netralitas ASN se - Provinsi Jambi

Written by  Aug 14, 2018

Bidang Pengkajian dan Pengembangan KASN telah melakukan kegiatan pemetaan penerapan sistem merit manajemen ASN dan pengawasan penerapan kode etik, kode perilaku, dan netralitas ASN pada tanggal 7 dan 8 Agustus 2018, baik di lingkungan pemerintah Provinsi Jambi dan seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi. Yang hadir dalam kegiatan ini adalah Komisioner KASN Bidang Pengkajian dan Pengembangan, Dr. Nuraida Mokhsen, MA dan Asisten Komisioner Septiana Dwiputrianti, M. Com (Hons), Ph.D serta 2 orang tim pendukung substansi, Della Damayanti, S.AP. dan Syaugi Muhammad, S. AP.  Kegiatan ini berupa diskusi dan penyampaian materi tentang pemetaan penerapan sistem merit manajemen ASN dan pengawasan penerapan kode etik, kode perilaku, dan netralitas ASN, dilanjutkan dengan pengkajian melalui diskusi tanya jawab, pengisian form penilaian mandiri sistem merit manajemen ASN, dan penyebaran kuesioner tentang kode etik, kode perilaku, dan netralitas ASN.

 

Sambutan dan pembukaan oleh Asisten III Setda Pemprov Jambi

 

Kegiatan dibuka oleh Asisten Pemerintahan Daerah  III Setda Pemerintah Provinsi Jambi menyampaikan pentingnya penerapan sistem merit dan pengawasan terhadap penerapan kode etik, kode perilaku, dan netralitas ASN dalam mendorong peningkatan kinerja pegawai ASN di Provinsi Jambi, baik di lingkungan Pemerintah Provinsi maupun ASN di Kabupaten/Kota yang ada. Komisioner KASN, Dr. Nuraida Mokhsen, MA., menyampaikan bahwa untuk bisa menjawab tantangan Indonesia pada era mendatang diperlukan upaya reformasi untuk mewujudkan birokrasi yang efisien, efektif, bersih, akuntabel serta melayani. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan upaya perubahan manajemen ASN melalui penerapan sistem merit. Tujuan dari penerapan sistem merit dalam manajemen ASN adalah untuk mewujudkan ASN yang berkualitas dalam arti kompeten, netral, berintegritas dan kinerja tinggi.

 

Komisioner KASN, Asisten III Setda Pemprov, Kepala BKD Provinsi, dan Asisten Komisioner

 

Tantangan saat ini dalam manajemen ASN adalah lemahnya pengawasan penerapan sistem merit dan belum meratanya kualitas keterbukaan informasi serta partisipasi masyarakat dalam pengawasan pelayanan publik, untuk menjawab tantangan tersebut KASN melalui Bidang Pengkajian dan Pengembangan memiliki program berupa 1. Pemetaan penerapan sistem merit; 2. Pembinaan penilaian mandiri penerapan sistem merit; 3. Integrasi aplikasi pengawasan sistem merit. Posisi KASN dalam pelaksanaan manajemen ASN berbasis sistem merit adalah menjaga sistem merit, melakukan monitoring dan evaluasi dalam kegiatan seleksi JPT, dan menjamin netralitas ASN, dalam hal ini juga Ibu Nuraida Mokhsen mengingatkan kembali tentang fungsi dari KASN, menurut UU No.5 Tahun 2014 KASN memiliki fungsi mengawasi pelaksanaan norma dasar, kode etik dan kode perilaku ASN, serta penerapan sistem merit dalam kebijakan dan manajemen ASN pada Instansi Pemerintah. Tentu saja dalam penerapan/pelaksanaan sistem merit manajemen ASN ini, KASN tidak sendirian, dalam hal ini juga ada Kementerian PANRB sebagai perumusan kebijakan dan sinkronisasi serta koordinasi, ada BKN dalam hal ini dalam melakukan pengelolaan pegawai dan ada LAN sebagai penyelenggara kajian dan diklat, diatas itu semua ada presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi pembinaan dan manajemen ASN.