Mobilitas Karir Perempuan di Sektor Publik

Written by  Nov 27, 2019

Jakarta – Komisi Aparatur Sipil Negara menghadiri Focus Group Discussion(FGD) bersama Prospera dan APSC (Australian Public Service Commission) dengan topik Mobilitas Karir Perempuan Di Sektor Publik. Acara FGD ini dilaksanakan Di Hotel Le-Meridien, Jalan Jenderal Sudirman Kav 32-33 pada hari Rabu (20/10).

FGD ini merupakan program dari Prospera bekerja sama dengan APSC untuk lebih mengeksplorasi hambatan dalam promosi dan mobilitas karir perempuan didalam Sektor Pelayanan Sipil di Indonesia. Hadir mewakili Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dalam kegiatan FGD ini, Septiana Dwi Putrianti selaku Asisten Komisioner Bidang Pengkajian dan Pengembangan Sistem. Beliau mengatakan bahwa selama ini pengembangan promosi dan mobilitas karir perempuan memiliki “barriers” atau batasan. Dari segi kultural yang ada di Indonesia masih menjadi kendala, yang dimana peran pria masih “superior” dibandingkan perempuan, baik dari karir dan juga urusan lainnya. Namun hal tersebut untuk saat ini sudah mulai berubah. Perempuan di dalam birokrasi, menurut Septiana, sudah mulai meningkat dari segi jumlah pegawai yang ada dan mendominasi pendaftaran untuk Calon Pegawai Negeri Sipil.

“Dari aspek kualifikasi, kompetensi dan kinerja tidak kalah hebatnya dari pria”, ujar Septiana. Ditambahkan lagi, dengan adanya kebijakan berdasarkan Undang-Undang ASN terkait sistem merit sudah dibentuk dan diimplementasikan di dalam birokrasi, dimana sistem merit mengatur pengambilan keputusan di dalam manajemen aparatur tidak boleh ada keberpihakan termasuk didalamnya gender. Khususnya bagi perempuan yang sudah memiliki kompetensi dan kualifikasi selayaknya bisa mendapatkan promosi didalam karirnya di birokrasi sesuai dengan peraturan yang berlaku dan kesempatannya makin terbuka.

Selain KASN, ada beberapa Instansi perwakilan lainnya yang hadir sebagai peserta FGD seperti Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Badan Kepegawaian Negara, Lembaga Administrasi Negara,  Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Badan Pusat Statistik, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Ditjen Pajak, AirNav Indonesia serta beberapa Instansi/Lembaga Pemerintah Lainnya.

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dilaksanakan dalam beberapa sesi, seperti sesi Panel dan juga Presentasi dari Pihak APSC. Hadir sebagai pembicara utama yaitu Roksana Khan, Lead Adviser Public Sector Prospera dan Susannah Luck-Cameron, Direktur Tim Indonesia dan Asia Tenggara APSC.(Humas KASN)

Last modified on Wednesday, 27 November 2019 16:36

JADWAL SHOLAT

 

Government Public Relations

 

Agenda Kegiatan

« December 2019 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          

Berita Terkini